Skip to main content

Kendati Kupon Turun, Ekonom Prediksi SBN Ritel Tetap Atraktif

Bisnis.com, JAKARTA - Minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) Ritel diproyeksikan akan tetap tinggi pada 2020 meskipun kupon yang ditawarkan lebih rendah.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana mengatakan, target Rp2 triliun yang dicanangkan pemerintah dari penerbitan SBN Ritel seri SBR009 diperkirakan dapat tercapai. Dia juga mengatakan kemungkinan terjadinya oversubscribe cukup tinggi.

"Jika melihat tren SUN beberapa waktu terakhir mungkin bisa hingga 4 kali. Tetapi, proyeksi oversubscribe yang wajar sepertinya sebanyak 2 kali," tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, penerbitan SBN Ritel pada tahun ini diperkirakan akan menjadi yang paling marak dibandingkan instrumen investasi lainnya kendati dibayang-bayangi prediksi penurunan kupon.

Kupon pada SBR009 ditetapkan pada angka 6,3 persen. Angka ini terbilang lebih rendah bila dibandingkan dengan kupon yang diberikan pada penerbitan terakhir di 2019.

Sebelumnya, kupon yang diberikan pada instrumen sukuk tabungan seri ST006 yang terbit pada November 2019 sebesar 6,75 persen.

Fikri menjelaskan salah satu faktor pendorong tingginya minat terhadap SBN Ritel adalah iklim investasi yang kemungkinan semakin kondusif. Hal ini terjadi berkat fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, mulai dari tingkat kemudahan berbisnis, kenaikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, hingga tingkat inflasi yang terjaga.

Minat investor terhadap SBN Ritsel juga turut dipengaruhi pergerakan IHSG yang tengah melemah. Loyonya IHSG dapat berdampak positif pada SBN Ritel karena perilaku investor yang menghindari risiko (risk averse) dan memburu asset class dengan risiko lebih rendah.

"Kondisi tersebut juga didukung oleh kebijakan moneter yang kemungkinan akan akomodatif terhadap SBN Ritel serta tingkat kesadaran generasi milenial untuk berinvestasi yang semakin tinggi," imbuhnya.



Tulisan diatas juga dapat dilihat pada tautan berikut:
https://market.bisnis.com/read/20200129/92/1195052/kendati-kupon-turun-ekonom-prediksi-sbn-ritel-tetap-atraktif

Comments

Popular posts from this blog

Ketidakpastian Global Dinilai Tak Ganggu Capital Inflow ke Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Ketidakpastian global beserta perlambatan ekonomi dunia tahun ini diyakini tidak banyak mengganggu aliran modal asing masuk ke negara-negara berkembang atau emerging markets seperti Indonesia. Berdasarkan Laporan Perekonomian Terkini Bank Indonesia, sejumlah strategi pelonggaran kebijakan moneter hampir di seluruh belahan dunia belum membuahkan hasil bagi perbaikan ekonomi dunia. Laporan itu memerinci, ketegangan ekonomi akibat perang dagang membuat rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hanya akan mencapai 3,0% (yoy) dari tahun sebelumnya 3,6% (yoy) berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF). Adapun perbaikan diyakini mulai terjadi pada 2020 dengan perkiraan naik tipis 3,1% (yoy). Sementara itu, Bank Indonesia sendiri masih cukup optimistis memprakirakan ekonomi dunia tahun ini bisa mencapai 3,2% (yoy), dan akan membaik atau rebound pada 2020 menjadi 3,3% (yoy). Kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya volume perdagangan dunia, alhasil ...

CDS Indonesia kembali naik dipicu situasi politik dalam negeri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen global masih kuat menekan persepsi risiko investasi Indonesia bergerak ke level yang semakin buruk. Apalagi, kondisi politik dalam negeri yang memanas juga turut mengikis kepercayaan investor asing. Mengutip Bloomberg, indeks persepsi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun berada di level 108,75 pada perdagangan, Jumat (24/5). Dalam sepekan level tersebut naik 3,46 basis poin dan semakin meninggalkan level terendahnya di 82,40 sejak Maret lalu. Kompak, CDS Indonesia tenor 10 tahun juga cenderung naik ke level 183,00 pada perdagangan Kamis (23/5). CDS 10 tahun ini juga semakin meninggalkan level terendahnya di 157,85 sejak April lalu. Sekadar informasi, level CDS yang semakin tinggi menunjukkan kekhawatiran investor asing terhadap investasi di pasar Indonesia semakin tinggi. Research Analyst Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan kondisi politik dalam negeri yang sempat memanas memang mempengaruhi level CDS ja...

PR Otoritas Fiskal dan Moneter Pasca Paket Kebijakan Ekonomi

Sinyal positif mulai disebarkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia seiring dengan paket kebijakan ekonomi I dan II yang telah diumumkan pada 9 dan 29 September lalu. Walaupun dinilai agak terlambat, namun setidaknya paket kebijakan yang diumumkan mulai menampakkan arah yang jelas, utamanya dalam mendorong perekonomian di sisi penawaran (supply side). Disamping itu, integrasi sisi fiskal dan moneter yang dalam satu tahun belakangan terlihat kurang padu, mulai memperlihatkan keselarasan bauran kebijakan sesuai dengan daya jangkaunya masing-masing. Walaupun begitu, baik pemerintah dan Bank Indonesia masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah (PR) guna mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih inklusif dan berkesinambungan. PR Bagi Otoritas Fiskal Dari sisi pemerintah (atau dari sisi fiskal), paket kebijakan diwarnai oleh deregulasi utamanya bagi sektor investasi. Sayangnya, sepertinya hal ini baru akan berdampak dalam jangka menengah-panjang. Ini dikarenakan deregulasi lebih diarahka...