Skip to main content

test-test existing of philips curve in Indonesia


Philips Curve (berdasarkan Solikin, 2004)
I.    p = m + g pe + d Ygap + ε   

Keterangan;       p;            inflasi actual
pe ;          ekspektasi inflasi (menggunakan Hodrick-Prescot filter)
Ygap ;    GDPriil gap (GDPriil – GDPriilexpected)
1.                Full Sampel - Data Tahunan (1961-2010)

Dependent Variable: CPIINF


Method: Least Squares


Date: 03/18/11   Time: 17:55


Sample: 1961 2010


Included observations: 50












Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.  










C
-10.42890
24.05526
-0.433539
0.6666
CPIINFEXPECT
1.200746
0.261971
4.583511
0.0000
GDPRIILGAP
-8.35E-10
3.44E-09
-0.242547
0.8094










R-squared
0.309656
    Mean dependent var
51.95080
Adjusted R-squared
0.280280
    S.D. dependent var
165.3253
S.E. of regression
140.2560
    Akaike info criterion
12.78294
Sum squared resid
924571.7
    Schwarz criterion
12.89766
Log likelihood
-316.5735
    Hannan-Quinn criter.
12.82663
F-statistic
10.54100
    Durbin-Watson stat
1.924619
Prob(F-statistic)
0.000165













2.                Sub Sampel pre-crises data Tahunan (1980-1997)
Dependent Variable: CPIINF


Method: Least Squares


Date: 03/18/11   Time: 17:41


Sample: 1980 1997


Included observations: 18












Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.  










C
13.82524
2.120664
6.519299
0.0000
CPIINFEXPECT
-0.641373
0.271856
-2.359240
0.0323
GDPRIILGAP
2.19E-10
1.30E-10
1.675488
0.1146










R-squared
0.271402
    Mean dependent var
9.048333
Adjusted R-squared
0.174256
    S.D. dependent var
2.982861
S.E. of regression
2.710540
    Akaike info criterion
4.983184
Sum squared resid
110.2054
    Schwarz criterion
5.131580
Log likelihood
-41.84866
    Hannan-Quinn criter.
5.003646
F-statistic
2.793747
    Durbin-Watson stat
1.078681
Prob(F-statistic)
0.093038



















3.                Sub Sampel Post-Crises Data Tahunan (1998-2010)


Dependent Variable: CPIINF


Method: Least Squares


Date: 03/18/11   Time: 17:56


Sample: 1998 2010


Included observations: 13












Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.  










C
-72.51639
30.55833
-2.373048
0.0391
CPIINFEXPECT
8.672871
3.156540
2.747588
0.0206
GDPRIILGAP
3.56E-09
1.65E-09
2.152760
0.0568










R-squared
0.482775
    Mean dependent var
13.24077
Adjusted R-squared
0.379330
    S.D. dependent var
14.23569
S.E. of regression
11.21525
    Akaike info criterion
7.871601
Sum squared resid
1257.819
    Schwarz criterion
8.001974
Log likelihood
-48.16541
    Hannan-Quinn criter.
7.844803
F-statistic
4.666969
    Durbin-Watson stat
1.190718
Prob(F-statistic)
0.037017


















Perbandingan dengan penelitian Solikin (2002) menggunakan model;     p = m + g pe + d Ygap + ε

Periode
g
d
R2
Solikin
Fikri
Solikin
Fikri
Solikin
Fikri
Full sample
1974.1 – 2002.4
1961    -   2010

0.602


1.200

0.288

-8.35E-10

0.486

0.310
Sub sample
pre-crisis
1980.1 – 1997.2
1980    -  1997


0.354



-0.641


0.245


2.19E-10


0.166


0.271
Sub sample
post-crises
1997.3 – 2002.4
1998     - 2010


0.603


8.672


0.570


3.56E-09


0.733


0.483
Cat;     Solikin menggunakan data dalam bentuk log.




Publish @Kosan,

Wisma Palem, Pocin, Depok


11.20PM

(dua jam-an setelah dicubitin ama cewek "kecantikan")

Comments

Unknown said…
tech 371Salamaik malam da..

Mantap-mantap tulisan uda mah,,tanyo ciek da,,output gapnyo uda pakai HP??
kok dicaliak hasil pak Solikhin ko da,,datanyo di log dulu baru di proses kan (baik dalam mencari inflasi maupun output gap)?? atau ver salah menafsirkan??baa manuruik uda??

(Nover_EP 06, mudah-mudahan uda masih takana)
Yo Dik...Thanks
lai masih hobi economics mah y

menjawab pertanyaannyo;
klo output gap yg wak pakai adalah perbedaan antara nilai actual samo HP-filter.

utk satuan data;
klo inflasi tetap nilai inflasi (krn lah dlm bentuk persen)
sementara data GDP diubah jadi data log-natural (ln).

klo ado pertanyaan lain, silahkan....

tx
Unknown said…
hehehehe,,lai masih ado sisa-sisa hobinyo da..

masih alun ngarati lai da..lai buliah tambuah tu da??

jadi untuk mendapatkan nilai Output Gap, data GDP yang di olah pakai HP-filter data GDP dalam bentuk ln da??
Unknown said…
maksud ver,
Output Gap = ln (GDP HPfilter - GDP actual)

atau

Output Gap = lnGDP HPfilter - ln GDP actual??
sip..

nyo giko mah, pas masuak an data,wak lah make data GDP dalam bentuk ln

nh karena wak make eviews, data yg mentah yg ln(GDP) tadi langsuang hituang Hp-Filter nyo. sehingga data Hp-filter alah dalam bentuk ln pulo.

karenanyo;
ln(output gap) = ln(GDP) - ln (Hp-filter)

atau bisa diubah dlm bentuk nilai real nyo menjadi exp(ln)

konsep nyo si samo se
tergantung penggunaan se.

Good luck
Unknown said…
mokasi da..batambah juo ilmu ko..

Popular posts from this blog

Investor Takut, Penawaran di Lelang SUN Menciut

Bisnis.com, JAKARTA — Kekhawatiran investor terhadap penanganan penyebaran COVID-19 di Indonesia membuat jumlah penawaran yang masuk dalam lelang surat utang negara (SUN) kian menciut. Dalam lelang yang digelar hari ini, Selasa (14/4/2020), total penawaran yang masuk mencapai Rp27,65 triliun. Jumlah itu merupakan yang terendah sepanjang tahun berjalan. Total nominal yang dimenangkan pemerintah dalam lelang tersebut mencapai Rp16,88 triliun. Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana mengatakan angka penawaran yang rendah dalam lelang SUN hari ini disebabkan kekhawatiran investor terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia. Terlebih, berbagai upaya yang dilakukan belum membuat kurva penyebaran melandai. “Hal ini dikhawatirkan akan memperpanjang risiko perekonomian dan recovery Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (14/4/2020). Fikri menilai minimnya penawaran yang masuk dalam lelang SUN bukan disebabkan oleh risk appetite. Menurutnya, SUN semestikan r...

CAPITAL FLOW AND MACROECONOMIC STABILITY IN INDONESIA

1. Latar Belakang Fenomena aliran modal (capital flow) di suatu negara merupakan hal yang selalu menarik untuk dibahas.Penalver (2003) bahwa capital flow yang terjadi di negara-negara berkembang (emerging market) terjadi dalam suatu siklus tertentu yang disertai dengan ledakan peminjaman (boom in lending) yang tidak jarang disertai dengan krisis keuangan (financial crises) di masa depan. Dalam periode belakangan ini meningkatnya tantangan bagi perekonomian di negara-negara berkembang (emerging market economies) juga disebabkan perlunya pengawasan terhadap recovery capital inflow menuju kawasan ini semenjak terjadinya sudden stop di akhir tahun 2008 dan di awal 2009 (Ostry, et al, 2011).Sebagai ilustrasi, capital inflow dapat meningkatkan investasi domestik (Mileva, 2008), dapat meningkatkan likuiditas dan mengurangi cost of capital (Bekaert dan Havey, 2000), menimbulkan collateral benefits , dan berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi (Ito, 1999). Namun disisi lain, capital inflow...

SCHUMPETERIAN GROWTH THEORY DAN FAKTA EMPIRIS PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

1. Perkembangan Teori Ekonomi Pembangunan Basu (1997) mengelompokkan teori pembangunan ekonomi yang berkembang saat ini menjadi tiga, yakni teori Harod-Domar ; Neoclassical model; dan theory of endogenous growth. Seperti namanya, teori Harod-Domar dikembangkan oleh Harod dan Domar yang pada intinya menjelaskan tentang perkembangan dinamis dari Keynesian-macroeconomics bagi perekonomian Kapitalis dengan mendasarkan pemikirannya pada pertumbuhan modal (capital) dan tenaga kerja (labor) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, teori ini disempurnakan melalui Neo-classical model yang dikembangkan oleh Solow dan Swan (1956), yang menambahkan beberapa properties, yakni terjadinya constant return to scale, adanya Law of diminishing return, dan terdapatnya Inada condition dalam perekonomian. Pada perkembangannya, teori neoclassical pun pada semakin disempurnakan dengan suatu teori yang dinamakan Endogenous Growth Theory, dengan menambahkan beberapa factor endogen ke dalam model. Hal i...