Skip to main content

Posts

Gotowasi-Halmahera Timur

Halmahera Timur........suatu tempat yang belum dibayangkan sebelumnya. Gw kesana Akhir Februari lalu dalam rangka suatu survey ekonomi di daerah sono. Dan karena survey nya mengenai persepsi masyarakat, maka timm kita di bagi ke 10 kecamatan di Kabupaten ini.  Akhirya, ama mbak bos gw, gw ditempatin di satu desa yang bernama Gotowasi. Awalnya sih agak cemas juga, bagaimanapun ini daerah jauh, dan kesana nya juga jauh banget lagi. Coba lo bayangin, untuk kesana aja kita butuh lebih dari 15 jam, jika dari Jakarta. Pertama, dari Jakarta ke Ternate sendiri butuh waktu 3 jam, ditambah 2 jam perbedaan waktu WIB dengan WIT. Terus, gw nyebrang naik kapal boat ke lanjut ke Sofifi (Ibukota Provinsi Maluku Utara) yang makan waktu sekitar 45 menit. Nah, selanjutnya ini lah perjalanan terlama. Dengan menaiki kendaraan darat, maksudnya naik mobil, gw mesti ke ibukota Halmahera Timur selama lebih kurang 9 jam, itupun dengan kondisi jalan yang sangat-sangat tidak layak disebut jalan. Bayangin aj...

Ini Jakarta (dr Kalibata City)

Kota Kudus (Oktober 2011)

BREAKING THE NATURAL RESOURCES CONSTRAINT

1 Potential of Science-Based Agriculture Dalam 50 tahun terakhir, populasi dunia meningkat sekitar 2,5 kali lipat, sementara tanah pertanian hanya meningkat kurang dari 30 persen. Walaupun tanah pertanian perkapita yang tersedia menurun hampir setengahnya, namun output biji-bijian (grain) meningkat sebesar 30%. Dan sesuai proyeksi FAO (2003), dimana peningkatan produksi biji-bijian (grain) akan melambat hingga 2030, serta merujuk pada pelambatan tingkat pertumbuhan populasi, output percapita biji-bijian (grain) akan meningkat secara moderat pada level 0,3% per tahun. Merujuk pula pada International Food Policy Research Institute (IFPR) yang memprediksi harga riil biji-bijjian pada pasar internasional akan menurun sebesar 10 persen dari tahun 1997 hingga 2020 (Rosegrant et al.,1995; Pinstrup-Andersen et al., 2001). Pertanyaannya, kenapa peningkatan produksi makanan dapat terjadi sementara lahan menjadi lebih terbatas. Jawaban paling utama adalah peningkatan “science-based agriculture”. ...

POPULATION GROWTH AND CONSTRAINT OF NATURAL RESOURCES

Hal pertama yang mesti dihadapi oleh negara-negara berpendapatan rendah untuk keluar dari stagnasi dan mencapai pembangunan ekonomi modern adalah akselerasi pertumbuhan populasi dan relative berkurangnya sumber daya alam yang tersedia. 1 Population Growth in Economic Development Masalah populasi yang dihadapi developing economies adalah; Pertama, pertumbuhan populasi yang sangat cepat dalam fase awal pembangunan. Kedua, pembangunan ekonomi yang tidak mempertimbangkan faktor sumber daya alam (seperti dengan tidak memperhitungkan faktor kesehatan , dan sebagainya). 1.1 Historical changes in world population Ledakan penduduk (population explosion) merupakan fenomena yang telah diprediksi sejak beberapa decade setelah terjadinya perang dunia-I. Data diatas merupakan berdasarkan berbagai estimasi yang dilakukan Simon Kuznets, ditambah estimasi dari PBB. Informasi utama yang didapat dari table diatas adalah perbedaan pola pertumbuhan populasi antara area Europe settlement (terdiri dari Er...

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF)

I. Pendahuluan Pendidikan merupakan bidang yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan pembangunan modal manusia (human capital), seterusnya hal ini berkaitan dengan motor (genuine) penggerak pertumbuhan ekonomi suatu negara. Hal ini semakin menjadi fokus perhatian sejak munculnya Model Pertumbuhan Solow (Solow Growth Model), atau juga dikenal dengan Solow-Swan Model yang dikenalkan pada tahun 1956, yang menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi suatu negara harus memperhatikan setidaknya dua faktor produksi yakni modal manusia (human capital) dan modal financial (financial capital). Kedua modal tersebut tercermin dari jumlah tenaga kerja dan teknologi yang ada (akibat pembangunan human capital), disamping aspek finansial (financial capital). Pembangunan modal manusia (human capital) sendiri, diharapkan akan mampu berperan pada pembangunan ilmu pengetahuan sebagai dasar pembentuk teknologi yang akan diciptakan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Di Indonesia, dengan penduduk y...

SCHUMPETERIAN GROWTH THEORY DAN FAKTA EMPIRIS PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

1. Perkembangan Teori Ekonomi Pembangunan Basu (1997) mengelompokkan teori pembangunan ekonomi yang berkembang saat ini menjadi tiga, yakni teori Harod-Domar ; Neoclassical model; dan theory of endogenous growth. Seperti namanya, teori Harod-Domar dikembangkan oleh Harod dan Domar yang pada intinya menjelaskan tentang perkembangan dinamis dari Keynesian-macroeconomics bagi perekonomian Kapitalis dengan mendasarkan pemikirannya pada pertumbuhan modal (capital) dan tenaga kerja (labor) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, teori ini disempurnakan melalui Neo-classical model yang dikembangkan oleh Solow dan Swan (1956), yang menambahkan beberapa properties, yakni terjadinya constant return to scale, adanya Law of diminishing return, dan terdapatnya Inada condition dalam perekonomian. Pada perkembangannya, teori neoclassical pun pada semakin disempurnakan dengan suatu teori yang dinamakan Endogenous Growth Theory, dengan menambahkan beberapa factor endogen ke dalam model. Hal i...